Langkah paling krusial saat seseorang dicurigai terkena stroke adalah bertindak secepat mungkin. Penanganan dalam hitungan jam pertama (sering disebut golden period) sangat menentukan tingkat kesembuhan dan meminimalkan kerusakan otak permanen.
Berikut adalah panduan langkah penanganan darurat yang harus dan tidak boleh dilakukan:
Langkah Darurat yang Harus Segera Dilakukan
- Segera Hubungi Ambulans atau UGD Panggil ambulans (119 di Indonesia) atau segera atur transportasi untuk membawa pasien ke Rumah Sakit terdekat yang memiliki fasilitas Computed Tomography (CT scan) dan unit penanganan stroke.
- Periksa dan Terapkan Metode FAST / SeGeRa Ke RS Pastikan gejala yang dialami:
- F (Face): Wajah terkulai/miring sebelah.
- A (Arms): Lengan/kaki lemas pada satu sisi.
- S (Speech): Bicara pelo, sulit, atau tidak jelas.
- T (Time): Segera catat waktu saat gejala pertama kali muncul. Informasi waktu ini sangat krusial bagi dokter untuk menentukan jenis tindakan/obat (thrombolytic).
- Posisikan Pasien dengan Aman
- Baringkan pasien di tempat yang datar dan aman.
- Tinggikan kepala dan bahu sekitar 15–30 derajat menggunakan bantal untuk membantu mengurangi tekanan di kepala dan melancarkan pernapasan.
- Jika pasien sadar tetapi merasa mual, atau jika pasien pingsan/tidak sadar penuh, miringkan tubuhnya ke satu sisi (recovery position) untuk mencegah tersedak jika ia muntah.
- Longgarkan Pakaian Buka atau kendurkan kancing kerah baju, dasi, ikat pinggang, atau pakaian yang ketat agar aliran darah dan pernapasan tetap lancar.
- Tetap Tenang dan Dampingi Pasien Bicaralah dengan tenang untuk menjaga agar pasien tidak panik, karena kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah pasien.
Hal yang Sangat Dilarang (Jangan Dilakukan!)
- Jangan beri makanan, minuman, atau obat oral apa pun: Kasus stroke sering kali menyebabkan gangguan refleks menelan (disfagia). Memberikan minum atau obat dapat menyebabkan pasien tersedak dan paru-parunya terisi cairan (aspirasi).
- Jangan beri obat penurun tekanan darah atau aspirin tanpa petunjuk dokter: Menurunkan tekanan darah secara drastis saat stroke iskemik justru bisa mengurangi aliran darah ke otak. Pemberian aspirin juga berbahaya jika ternyata stroke yang dialami adalah stroke perdarahan (hemoragik).
- Jangan biarkan pasien tertidur atau menunda ke rumah sakit: Jangan pernah menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Setiap menit sangat berharga (Time is Brain).
- Jangan menusuk jari atau cuping telinga dengan jarum: Ini adalah mitos medis yang berbahaya dan tidak memiliki dasar ilmiah. Tindakan ini justru memicu rasa sakit yang meningkatkan tekanan darah.